Wednesday, August 6, 2008

Cara Ekstraksi Minyak dari Alga

Pengambilan minyak dari alga masih merupakan proses yang mahal sehingga masih harus dipertimbangkan untuk menggunakan alga sebagai sumber biodiesel. Terdapat beberapa cara yang terkenal untuk mengambil minyak dari alga, antara lain:

  1. Pengepresan
    Pada metode ini alga yang sudah siap panen dipanaskan dulu untuk menghilangkan air yang masih terkandung di dalamnya. Kemudian alga dipres dengan alat pengepres untuk mengekstraksi minyak yang terkandung dalam alga. Dengan menggunakan alat pengepres ini, dapat diekstrasi sekitar 70 - 75% minyak yang terkandung dalam alga.
  2. Hexane solvent oil extraction
    Minyak dari alga dapat diambil dengan menggunakan larutan kimia, misalnya dengan menggunakan benzena dan eter. Namum begitu, penggunaan larutan kimia heksana lebih banyak digunakan sebab harganya yang tidak terlalu mahal.
    Larutan heksana dapat digunakan langsung untuk mengekstaksi minyak dari alga atau dikombinasikan dengan alat pengepres. Cara kerjanya sebagai berikut: setelah minyak berhasil dikeluarkan dari alga dengan menggunakan alat pengepres, kemudian ampas (pulp) alga dicampur dengan larutan cyclo-hexane untuk mengambil sisa minyak alga. Proses selanjutnya, ampas alga disaring dari larutan yang berisi minyak dan cyclo-hexane. Untuk memisahkan minyak dan cyclo-hexane dapat dilakukan proses distilasi. Kombinasi metode pengepresan dan larutan kimia dapat mengekstraksi lebih dari 95% minyak yang terkandung dalam alga.
    Sebagai catatan, penggunaan larutan kimia untuk mengekstraksi minyak dari tumbuhan sangat beresiko. Misalnya larutan benzena dapat menyebabkan penyakit kanker, dan beberapa larutan kimia juga mudah meledak.
  3. Supercritical Fluid Extraction
    Pada metode ini, CO2 dicairkan dibawah tekanan normal kemudian dipanaskan sampai mencapai titik kesetimbangan antara fase cair dan gas. Pencairan fluida inilah yang bertindak sebagai larutan yang akan mengekstraksi minyak dari alga.
    Metode ini dapat mengekstraksi hampir 100% minyak yang terkandung dalam alga. Namun begitu, metode ini memerlukan peralatan khusus untuk penahanan tekanan.

Pembuatan biodiesel (hasil buangan minyak goreng)

Biodiesel dibuat dengan mereaksikan minyak goreng dengan metanol dengan katalis KOH melalui dua tahap reaksi transesterifikasi. Tahap pertama dilaksanakan pada suhu 50 oC sedangkan tahap kedua pada suhu kamar. Berikut bahan baku dan cara pembuatan biodiesel tersebut.

Bahan baku:

1. 1 L minyak goreng (RBDPO) kering dengan bilangan asam kurang dari 1 mg KOH/gr minyak.

2. 200 ml metanol

3. 9,2 gr KOH

Cara pembuatan:

1. Buat larutan metoksida dengan mencampur metanol dan KOH. Tutup rapat larutan hasil pencampuran ini. Pencampuran ini menimbulkan panas, sehingga menimbulkan uap metanol yang berbahaya bagi kesehatan, oleh karena itu harus hati-hati saat mencampur.

2. Panaskan minyak sampai 50 oC, lalu tambahkan 80%-v larutan metoksida hasil langkah 1. Aduk selama 2 jam sambil dipanaskan sehingga suhu reaksi 50 oC.

3. Matikan pemanas dan hentikan pengadukan. Diamkan selama 15 menit sampai terbentuk dua fasa. Pisahkan gliserol (fasa bawah) dari biodiesel (fasa atas). Fasa gliserol berwarna lebih gelap dibandingkan fasa biodiesel.


1. Tambahkan sisa larutan metoksida ke dalam fasa biodiesel. Aduk selama 3 jam, agar seluruh minyak goreng terkonversi menjadi biodiesel

2. Hentikan pengadukan. Diamkan selama 15 menit sampai terbentuk 2 fasa. Pisahkan gliserol (fasa bawah) dari biodiesel (fasa atas).

3. Cuci biodiesel dengan 10%-v air sebanyak 3 kali atau sampai air pencuci tidak basa. Kemudian pisahkan biodiesel dari air pencuci.

4. Keringkan biodiesel pada suhu 50 oC sehingga air sisa pencucian mengendap. Biodiesel yang dihasilkan sekitar 900 ml. Biodiesel siap diguna

Kebaikkan biodesel

· Minyak biodiesel adalah lebih selamat dan menjimatkan berbanding sumber tenaga yang ada masa kini

· bebas plumbum dan selaras dengan hasrat untuk mengurangkan kesan rumah hijau sepertimana yang dalam Protokol Kyoto

· pengitaran semula bahan buangan sebagai sumber bahan api alternatif bagi kenderaan bermotor.

· biodiesel mampu menggantikan solar 100 persen tanpa harus memodifikasi mesin diesel.

· Penjimatan sumber tenaga lain

· merupakan bahan api yang boleh dibaharui semula, berbanding bahan api fosil, yang lama-kelamaan akan kehabisan!

· jika minyak ini tertumpah, 95% daripadanya akan terbiodegradasi dalam masa 30 hari

· tahap toksiknya adalah bersamaan dengan garam makanan maka ia lebih mudah dikendalikan

· takat kilatnya lebih tinggi berbanding minyak diesel, maka ia lebih selamat

· diklasifikasikan sebagai tidak merbahaya maka ini membuatkannya lebih mudah diangkut

· tahap pencemarannya lebih sedikit dalam semua kategori berbanding petro-diesel

· dapat mengurangkan pergantungan terhadap minyak luar

· dapat meningkatkan kadar pekerjaan setempat

· - dapat menyimpan lebih banyak hasil tukaran asing dalam negeri

Keburukan biodiesel

· Pembakaran minyak juga dapat tidak terbakar sempurna, sehingga menimbulkan banyak asap dan memungkinkan terjadinya endapan karbon pada ujung penyembur minyak

· Kuasa yang dihasilkan tidak sistematik iaitu tenaga yang lemah yang mengakibatkan kuasa dalam kenderaan bermotor lemah.

· Harga pemprosesan biodiesel yang tinggi.

· Pemprosesan yang rumit perlu dilakukan untuk mnghasilkan biodeiesel.

· Penggunaan biodiesel dapat memadat sehingga menyumbat saluran pipa, saringan dan terutama pada penyembur atau nozzle.

Cara mengatasi masalah yang dinyatakan

I. Dengan cara memanaskan minyak, saluran dan saringan, sebelum pembakaran pada mesin

II. Penggunaan bersama minyak diesel atau pencampuran sangat bagus karena akan mengurangi kemungkinana minyak goreng menyumbat dimanana-mana dan akan memperbaiki sifat pelumasan minyak diesel.

III. Jika mematikan mesin diesel minyak padat harus dihentikan lebih dahulu diganti dengan minyak solar agar saluran tidak tersumbat pada penyalaan mesin berikutnya.

Malaysia mampu komersialkan biodiesel

Hampir 40 peratus permukaan tanah di Malaysia telah ditutupi oleh tanaman kelapa sawit yang bermutu tinggi. Tidak hairanlah jika Malaysia diketegorikan sebagai pengeluar minyak kelapa sawit yang utama di dunia..Minyak kelapa sawit sangat berpotensi sebagai bahan baku biodiesel dan bagi Malaysia sebagai negara penghasil CPO terbesar dunia mempunyai peluang untuk menghasilkan bahan bakar biodiesel. Tujuan utama adalah bagaimana kita dapat memanfaatkan sumber yang melimpah di malaysia menjadi lebih bermanfaat. Jika hal ini dilaksanakan maka selain dapat mengendalikan produksi sawit di saat paling besar, keuntunggan lainnya adalah mengurangi impot minyak diesel yang menyekat cadangan pendapatan negara. Menurut laporan DitJen Migas (1998) keperluan bahan bakar diesel meningkat setiap tahunnya.oleh hal yang demikian jika Malaysia mengamakan sikap ingin akan perubahan sudah tentu biodiesel menjadi satu sumber tenaga utama di Malaysia.

No comments: